Waria Pulang Kerja

Seperti biasa, saya pulang kerja sekitar jam 8-9 malam. Suasana jalan yang sudah lebih sepi menjadi penyebabnya. Namun namanya Jakarta. The city that never sleep, orang bilang. Jalan masih ramai meski tidak sepadat sore hari.

Namun dalam dua malam terakhir ada kejadian menggelitik terjadi. Kecil saja karena saya hanya melihatnya sepintas saat berjalan. Dalam kesempatan tersebut saya dua kali melihat dua waria pulang kerja. Ada beberapa alasan saya berasumsi demikian.

Saya berkeyakinan mereka waria tentu dari postur tubuhnya. Badannya cukup tinggi dan berotot. Terlihat cukup jelas karena keduanya menggunakan tank top. Pokoknya kalau anda khilaf mereka pasti akan terlihat seksi. Wajahnya terlihat lelah. Bisa tergambarkan dari make up yang “bleberan” dan raut muka yang disetel kusut.

Jalan mereka cukup cepat tapi tampak gontai. Dalam dua kesempatan itu saya melihat dua perlengkapan kerja berbeda. Jika yang pertama memakai perlengkapan modern berupa speaker dan mike untuk karaoke, kesempatan berikutnya membawa perlengkapan andalan yaitu bas betot. Bentuknya kotak dan dilengkapi tali senar yang mungkin berasal dari potongan ban dalam.

Saya meyakini mereka pulang dinas lantaran saat berjalan tidak satu pun toko disinggahi. Tidak ada lenggak-lenggok dipertontonkan pada orang di sekitarnya. Dan tidak ada satu pun lagu mereka dendangkan dengan merdu merayu. Hanya berjalan lurus.

Sempat tersenyum juga melihat para kaum minoritas tersebut. Ketidak normalan mereka adalah wacana paling seru untuk ditertawakan. Kesempurnaan kita adalah pembenaran atas segala celaan bagi mereka. Tiada kata maaf. Pokoknya mereka salah dan kita berhak menghujatnya.

Sampai di rumah timbul sedikit pertanyaan di hati. Apa yang ada dipikiran para wanita (atau pria?) itu? Apa yang mereka inginkan dalam hidup mereka? Apa impian mereka? Apa mereka yakin dengan jalan yang mereka jalani? Apakah tak ada keinginan untuk kembali ke kehidupan normal sebagai manusia seutuhnya? Bahagiakah mereka dengan kehidupannya?

Jawabannya ternyata mudah saja. Saya tidak tahu dan tidak akan pernah tahu.

Saya yakin, sebagian dari kaum marjinal tersebut juga akan menjawab tidak tahu. Jangan-jangan mereka sendiri tidak tahu hidupnya akan seperti itu. Karena mereka juga pasti yakin, mereka tidak mau menjadi seperti itu pada mulanya.

Namun itulah hidup. Pada prosesnya manusia akan menemui berbagai situasi dan kondisi. Masalah demi masalah akan hadir setiap saat. Dan dalam prosesnya manusia akan terus memilih. Bersikap atas semua kejadian yang menimpa dirinya.

Nah dalam prosesnya itu bisa saja orang memilih perilaku menyimpang itu. Faktor lingkungan mungkin menjadi penyumbang sebab terbesar. Peristiwa kekerasan di masa kanak-kanak kata para ahli juga bisa menyumbang peran. Jika diurai, mungkin tak akan cukup waktu untuk menjabarkannya.

Di sini saya tidak mau berdebat tentang hal tersebut. Saya melihat faktor keluarga memegang peran sangat penting. Garda terdepan pertahanan hidup seorang anak ini adalah media membentuk kepribadian seseorang. Bersama keluarga, karakter dan sifat seseorang akan terbentuk.

Kembali ke masalah waria, kebahagiaan mereka kembali pada diri mereka sendiri. Hanya mereka yang tahu rasanya bahagia versi mereka. Hanya mereka yang tahu bagaimana mengimplementasikan kata bahagia dalam hidupnya.

Ini serupa dengan kita. Apakah kita yakin dengan kebahagiaan hidup kita? Apakah kita juga mampu menerjemahkan kalimat bahagia dengan sempurna? Sekali lagi, hanya anda yang bisa menilai. Atau malah kehidupan para waria bisa lebih bahagia dari kita. Tidak ada yang tahu dan menilai.

So, bagaimana jika kita menikmati hidup kita saat ini saja? Jalaninya dengan senyum dan persiapkan diri untuk kehidupan lebih baik selanjutnya. Tidak perlu mengukur kebahagiaan orang lain karena akan sia-sia belaka. Have a nice day everybody…

Categories: sharing | Tags: , , , , , , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: